Cegah Stunting, PKK Kota Tegal adakan Penguatan Peran Dasa Wisma

Acara Optimalisasi Peran Dasa Wisma Dalam Membantu Menurunkan AKI, AKB, dan Gizi Buruk oleh Tim Penggerak PKK Kota Tegal. Sumber: Humas Pemkot Tegal.

Mangkukusuman – Dalam rangka membentuk keluarga sehat dan sejahtera, Tim Penggerak PKK Kota Tegal mengadakan Optimalisasi Peran Dasa Wisma Dalam Membantu Menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Balita (AKB), dan Gizi Buruk. Acara ini berlangsung di Pendopo Ki Gede Sebayu Kota Tegal, Rabu (30/10/2019) kemarin.

Hj. dr. Roro Kusnabilla Erfa selaku Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tegal menuturkan gerakan PKK adalah gerakan masyarakat yang prinsip kerjanya partisipatif. Hal tersebut tentunya perlu ditingkatkan sehingga dapat memikul beban dan tanggung jawab dalam pembangunan daerah.

‘’Melalui gerakan PKK ini peran aktif segenap masyarakat turut di galang dan ditingkatkan, sehingga dapat lebih merata dan berkualitas dalam memikul beban dan tanggung jawab dalam pembangunan maupun dalam menikmati hasil dari pembangunan itu sendiri, oleh karena itu tim penggerak PKK Kota Tegal dalam membuat program kerja dan kegiatan selalu bersinergi dengan program pemerintah pusat maupun daerah.’’ jelasnya.

Ketua Panitia, Wardah Praptomo menjelaskan tujuan diadakan sosialisasi tersebut guna meningkatkan pemberdayaan masyarakat sehingga terampil dalam pengelolaan kesehatan dan paham akan informasi edukasi agar terbentuknya keluarga yang sehat dan sejahtera.

Sementara itu,dilansir dari lama Pemkot Tegal, Roro menambahkan bahwa adanya pertemuan antara Tim Penggerak PKK, kader PKK, dan kader posyandu tersebut dalam rangka mensosialisasikan peran dasa wisma sebagai upaya menurunkan AKI, AKB, dan gizi buruk yang mana ketiganya merupakan program prioritas pemerintah saat ini.

Dasa wisma adalah kelompok ibu yang berjumlah 10 orang dan bertetangga. Tujuannya untuk meningkatkan kesehetan keluarga dan masyarakat sekitar.

Bangun Keluarga Sehat

Anak adalah generasi penerus bangsa. Keluarga yang sehat dan tangguh menjadi kunci utama keberhasilan bangsa. Oleh karena itu Indonesia menggalakan Program Indonesia Sehat. Program ini ada pada Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI) nomor HK.02.02/Menkes/52/2015.

Untuk mensukseskan program ini, pemerintah menggunakan pendekatan keluarga. Pendekatan ini dinilai cocok karena lingkungan keluarga merupakan lingkup terkecil yang bisa menanamkan kebiasaan, perilaku dan gaya hidup yang sehat. Pemerintah menjadikan puskesmas sebagai garda terdepan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat.

“Puskesmas adalah penjaga gawang, tapi bukan berarti harus berdiam diri. Puskesmas dapat melakukan pencegahan penyakit secara dini, misalnya penyakit-penyakit menular. Kemudian memberi contoh, jika ada anggota keluarga yang terkena penyakit Tuberculosis (TB), bisa saja penyakit tersebut menular ke anggota keluarga lain yang tinggal di satu rumah.”, kata Prof Dr. dr. Nila Juwita F. Moeloek, Sp. M(K)., Menteri Kesehatan RI pada Kabinet Kerja.

Sementara itu, menurut Prof. Dr. Tina Afiatin, M.Si., Psi., staf pengajar Fakultas Psikologi UGM jika keluarga tidak mampu mengikuti perubahan kebijakan sosial maupun ekonomi maka akan terjadi gangguan fungsi keluarga. “Hasil penelitian memperlihatkan bahwa keuarga yang berfungsi dengan baik dan memiliki resiliensi (ketangguhan) terhadap stres cenderung menunjukan sejumlah karakter kunci, perilaku dan nilai-nilai yang baik.”, jelasnya. Hal ini tentunya bisa menjadi lingkungan yang baik untuk anak sehingga bisa tumbuh kembang dengan baik.

Add Comment