Korp Pegawai Negeri Sipil Berikan Operasi Gratis 6 Pasien Katarak

Wakil Walikota Tegal memberikan tali asih kepada pasien operasi katarak. Sumber: Pemkot Tegal.

Kejambon – Enam pasien katarak dioperasi secara gratis di RSUD Kardinah Kota Tegal.  Hal tersebut sebagai bentuk kepedulian Korp Pegawai Negeri Sipil Kota Tegal yang menilai banyaknya pasien katarak yang belum melakukan operasi. Kegiatan Bakti sosial ini dilakukan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Korpri Ke-48 dan Hari Kesehatan Nasional Ke-55.

Dilansir dari laman Pemkot Tegal, tali asih tersebut diberikan langsung oleh Wakil Walikota Tegal H. M. Jumadi, S. T., M. M. didampingi salah satu pengurus KORPRI Kota Tegal Sugeng Suwaryo, Direktur Kardinah Kota Tegal, dr. Hery Susanto, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tegal dr. Sri Primawati, Kepala Dinas Sosial Kota Tegal, Dyah Kemala Shinta serta jajaran Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Tegal.

Dalam bakti sosial tersebut, rombongan juga menjenguk Pjs. Sekda Kota Tegal, H. Imam Badarudin yang juga sedang sakit dan dirawat di RSUD Kardinah.

Penyebab Kebutaan Tertinggi di Indonesia

Survei Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) dan Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan di lima belas provinsi di Indonesia pada tahun 2014-2016 menyebutkan katarak merupakan penyebab kebutaan tertinggi (81%).

Bambang Setiohadji, dr., Sp.M(K)., M. Kes. menyebutkan ada beberapa kendala masyarakat dalam menangani katarak. Kendala itu adalah ketidaktahuan masyarakat mengenai katarak, tidak sadar terkena katarak, ada ketakutan untuk mengobatinya, tidak ada biaya, hingga adanya kesulitan dalam menjangkau fasilitas kesehatan.

Survei Perdami tersebut juga menyebutkan penyebab kebutaan di Indonesia kedua adalah glaukoma. Mata yang rusak karena glaASNukoma tidak lagi bisa diobati maupun diperbaiki, adapun pengobatan hanya untuk mempertahankan fungsi mata yang masih tersisa. Pengidap diabetes memiliki resiko yang lebih besar terhadap glaukoma.

Yayasan Glaukoma Indonesia sendiri meminta kepada masyarakat yang keluarganya memiliki riwayat glaukoma untuk terus melakukan pemeriksaan, glaukoma karena keturunan harus mendapat pengawasan dokter seumur hidupnya. Sementara mereka yang memiliki penyakit diabetes, hipertensi, trauma mata, peradangan pada mata bisa diobati dengan terapi obat, laser, dan operasi filtrasi.

Add Comment