Peduli Anak, Dharma Wanita Persatuan Kota Tegal Gelar Sosialisasi Pola Asuh Anak Stop Kekerasan Pada Anak

Roro Kusnabila Dedy Yon menyampaikan sambutan dalam acara Sosialisasi Pola Asuh Anak Stop Kekerasan Pada Anak. Sumber: Pemkot Tegal.

Mangkukusuman – Melihat orang tua sangat berperan dalam tumbuh kembang anak, Dharma Wanita Persatuan Kota Tegal mengadakan Sosialisasi Pola Asuh Anak Stop Kekerasan Pada Anak. Kegiatan yang berlangsung di ruang adipura ini sebagai salah satu perayaan HUT Ke-20 Dharma Wanita 2019, Selasa (12/11/2019).

Menurut Roro Kusnabila Dedy Yon selaku ketua dewan pembina, mengasuh anak sebaiknya dengan baik dan benar terlebih bagi kaum perempuan. Merekalah yang nantinya menjadi pendidik untuk anak-anaknya kelak.

“Menjadi seorang ibu adalah impian bagi banyak wanita, tetapi tidak setiap perempuan mendapat sebutan itu. Ibu adalah sebutan bagi wanita yang melahirkan, membimbing dan mengasuh anak, tugas seorang ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya, baik buruknya anak sangatlah dipengaruhi oleh yang mengasuh dan mendidiknya dan pastilah setiap orang tua menginginkan memiliki anak yang cerdas, sehat, berbudi dan memiliki karakter yang baik,” tutur Roro Kusnabila Dedy Yon selaku ketua dewan pembina.

Dilansir dari laman Pemkot Tegal, acara sosialisasi ini diisi oleh Dewi Umaroh. Menurutnya pola asuh anak menjadi tanggung jawab kedua orang tua. Karena keberhasilan seorang anak bergantung dengan kualitas karakter anak.

Pembentukan Karakter Anak

Zakiyah Daradjat dalam bukunya Ilmu Jiwa Agama menuliskan bahwa sikap dan kepribadian orang tua adalah pendidikan yang secara tidak langsung diserap oleh anak dan menjadi pribadi sang anak. Pendapat serupa datang dari Penulis buku Komunikasi Antar budaya dalam Tradisi Agama Jawa, Mukti Ali menuturkan keluarga merupakan lingkungan sosial pertama bagi anak yang memberikan dasar perilaku perkembangan sikap dan nilai kehidupan dari keluarga.

Doni Koesoema A menyebutkan bahwa karakter adalah kepribadian. “Kepribadian dianggap sebagai ciri atau karakteristik yang bersifat khas dari seseorang yang bersumber dari hasil bentukan-bentukan yang diterima dari lingkungan,” jelasnya.

Psikolog Wiwiek Idaryati menyatakan orang tua harus memiliki pengetahuan mengenai pengasuhan yang ideal untuk anak. Dengan begitu orang tua bisa mengetahui anaknya menjadi pribadi yang baik atau buruk.

“Ada tiga hal esensial yang perlu dipertimbangkan orang tua dalam mengembangkan pola asuh anak, yakni bagaimana orangtua memaksimalkan potensi yang ada dalam diri anak, bagaimana orangtua memahami kondisi anak baik secara fisik maupun psikologis, dan bagaimana orangtua membimbing anak agar dapat beradaptasi dengan lingkungannya,” tutur Wiwiek.

Ada banyak jenis pola asuh yang bisa dilakukan orang tua, seperti yang disebutkan Character counts di Amerika yang menyebutkan ada 10 pilar karakter yang harus diajarkan. Pilar tersebut ialah dapat dipercaya (trustworthiness), rasa hormat dan perhatian (respect), tanggung jawab (responsibility), jujur (fairness), peduli (caring), kewarganegaraan (citizenship), ketulusan (honesty), berani (corage), tekun (diligence) dan integritas.

Add Comment