Pemkot dan Pemkab Tegal Bersinergi Dalam Festival Film Tegal

Melihat-lihat poster film. Sumber: Pemkot Tegal.

Dukuhwaru – Resmi dibuka pada Sabtu (16/11/2019), sebanyak 36 film yang mengikuti festival ini akan diputar di 17 titik di Kota Tegal dan Kabupaten Tegal. Festival ini dibuka di komplek Masjid Anggawana, Dukuhwaru, Kabupaten Tegal.

“Sinergi ini agar anak-anak muda kreatif, kreatif dan kreatif. Festival film ini sebagai momentum membangkitkan ekonomi kreatif khususnya perfilman,” ujar Jumadi, Wakil Walikota Tegal.

Wakil Bupati Tegal, Sabilillah Ardie pun berkata demikian. “Kabupaten maupun Kota Tegal harus bagga. Sinergi ini akan menjadi permulaan bagi kita,” katanya.

Dilansir dari situs resmi Pemkot Tegal, sejak dibuka pendaftaran pada 8 September sampai dengan 9 November 2019 sudah ada 17 karya film pendek, 15 film karya pelajar dan 4 film dokumenter. Festival ini akan ditutup pada 7 Desember mendatang dan acara penutupannya akan berlangsung di alun-alun Kota Tegal.

Wicaksono Wisnu Legowo seorang Sineas Muda Film Tegal sendiri berharap festival tersebut bisa menjadi lokomotif ekonomi kreatif.

Nilai Lebih Ekonomi Kreatif

Simatupang (2007) menjelaskan ekonomi kreatif sebagai industri kreatif yang mengandalkan talenta, keterampilan, dan kreativitas yang merupakan elemen dasar setiap individu. Unsur utama industri kreatif adalah kreativitas, keahlian, dan talenta yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan melalui kesejahteraan melalui penawaran kreasi intelektual.

Oleh karena itu Salman menilai kreativitas yang tinggi dalam menciptakan produk-produk inovasi bisa membawa ekonomi kreatif untuk terus eksis dan berkembang. Ekonomi kreatif sendiri berupa usaha fashion, film/fotografi/video, kuliner, riset dan pengembangan dan sebagainya.

Presiden Jokowi sendiri berharap ekonomi kreatif bisa menjadi pilar perekonomian Indonesia dimasa depan. Hal tersebut melihat dari pertumbuhan sektor ekonomi kreatif pada tahun 2015 yang tumbuh sekitar 5,76 %. Artinya berada di atas pertumbuhan sektor listrik, gas dan air bersih, pertambangan dan penggalian, pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan, jasa-jasa dan industri pengolahan.

Sementara itu, Mantan Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan film Indonesia pada tahun 2007 menyumbang 7 persen dari keseluruhan ekonomi. Tahun 2002 hingga 2007 menyumbang Rp 105 triliun, dan tahun 2006 sendiri menyumbang Rp 81,5 triliun. Tahun 2002 hingga 2006, 5.4 juta tenaga terserap melalui film. Tahun 2007, 2,2 juta tenaga kerja diserap.

Add Comment