Roro Kusnabila Dedy Yon Dongengi Anak Gemar Makan Ikan

Terlihat ibu dr. Hj. Roro Kusnabila Dedy Yon sedang asyik mendongengi anak-anak PAUD. Sumber: Pemkot Tegal.

Mangkukusuman – Lewat buku berjudul “Anak Indonesia Suka Makan Ikan, dr. Hj. Roro Kusnabila Dedy Yon mengajak anak untuk gemar makan ikan. Istri Walikota Tegal sekaligus Bunda PAUD ini mendongeng didepan anak PAUD se Kota Tegal di Pendopo Ki Gede Sebayu Kota Tegal, Senin (18/11/2019).

Istri Walikota itu sebelumnya meminta anak-anak PAUD untuk mendekat karena dirinya mendongeng dengan cerita bergambar. Lalu halaman demi halaman diceritakan mengenai nasib anak-anak stunting karena mereka tidak suka makan makanan bergizi. Dalam cerita, anak yang suka makanan jajanan itu disuguhi ikan yang tinggi protein dan vitamin hingga tumbuh sehat.

“Ini untuk memotivasi anak anak agar suka makan ikan. Orang tua juga harus selalu menyajikan ikan sebagai lauk pauk sehari hari bagi anak. Kita tahu ikan mengandung protein tinggi yang dapat membuat anak-anak berkembang dengan sehat, cerdas, dan ceria,” pinta Roro.

Cegah Stunting Dengan Ikan

Pada tahun 2015 produksi ikan nasional sebesar 13.519 ton, dengan rincian ikan tangkap sebesar 6.219 ton dan budidaya sebanyak 7.300 ton. Namun tingkat konsumsi ikan masyarakat Indonesia masih rendah.

Data BPS tahun 2014 menyebutkan konsumsi protein hewani hanya sebesar 32,1% dari total protein. Masyarakat Indonesia sebagian besar memilih protein nabati ketimbang hewani. Ikan sendiri mengandung protein  yang lebih tinggi dari produk hewani lainnya, seperti daging sapi dan ayam. Sumbangan protein ikan terhadap total protein hewani mencapai 57.15%. Oleh karena itu, rendahnya konsumsi ikan dapat berpotensi menghambat upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Ikan sangat bermanfaat bagi tubuh manusia. Manfaat itu diantaranya mengurangi resiko serangan jantung, mencegah kepikunan (alzheimer), mencegah penuan dini,  menghambat sel kanker dan tentunya mencerdaskan anak.

Hasil penelitian Professor Kjell Toren dari Sahlgrenska Academy Gotheburg menemukan bahwa anak remaja berusia 15 tahun yang mengkonsumsi ikan lebih cerdas dibandingkan dengan mereka yang berusia 18 tahun namun jarang mengkonsumsi ikan.  Kesimpulan ini didapat setelah mengamati sekitar 4.000 remaja Swedia. Sementara itu, publikasi Acta Paediatrica menerangkan bahwa asam lemak omega 3 dan omega 6 pada ikan dapat menigkatkan kemampuan kognitif.

The Copenhagen Consensus (2012) menyebutkan ikan berperan penting dalam Gerakan Peningkatan Gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (Gerakan 1.000 HPK), ini dapat mengurangi angka stunting dan kurang gizi pada balita. Kurang gizi ini nantinya akan menyebabkan “otak kosong” secara permanen sehingga menjadikan kualitas sumber daya manusia pada suatu negara menjadi rendah dan akhirnya menjadi beban negara.

Lain dengan anak yang mendapatkan gizi cukup, mereka akan tumbuh dengan cerdas dan produktif, kualitas sumber daya manusia akan meningkat dan nantinya bisa menjadi pisau pemotong kemiskinan. Investasi pada gizi ini dapat membantu memutus lingkaran kemiskinan dan meningkatkan PDB negara 2-3% per tahun.

Add Comment