Bulan Dana Ditutup, Rp 1,17 Miliar Berasal Dari Sumbangan Pelajar

Bupati Tegal menutup bulan dana PMI. Sumber: Pemkab Tegal.

Slawi – Bupati Tegal, Umi Azizah menutup Bulan Dana dan Bulan Pelajar Peduli Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal Tahun 2019. Hingga ditutup pada Senin pagi (23/12/2019) di ruang rapat Nusantara Gedung Amartha Setda Lantai 2, total dana yang terkumpul sebesar Rp 1,67 miliar. Jumlah ini melampaui target sekitar 10% dan juga jauh lebih banyak 7% dari tahun 2018 kemarin. Adapun dari keseluruhan total sumbangan, Rp 1,17 miliar diperoleh dari sumbangan pelajar.

Umi pun mengucapkan terima kasih kepada masyarakat maupun pelajar yang turut andil dalam bulan dana tersebut. “Gunakan dana masyarakat ini untuk membiayai tugas-tugas kemanusiaan yang kita titipkan kepada PMI dan mendukung program kegiatan yang telah direncanakan dengan sebaik-baiknya”, harap Umi.

Dilansir dari laman resmi Pemkab Tegal, Korpri setempat menjadi donatur terbanyak untuk tahun ini yakni sejumlah Rp 200,6 juta. Kemudian disusul oleh Samsat Slawi melalui pelayanan STNK sebesar Rp 135 juta dan Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga sebesar Rp 108 juta.

“Sementara dari 18 Kecamatan, terbanyak Kecamatan Adiwerna sebesar Rp 21,6 juta. Penggalangan dana PMI terbanyak berikutnya Kecamatan Talang Rp 17,1 juta dan Kecamatan Dukuhturi Rp 16,2 juta,” tutur BK Aribawa, Sekretaris Bulan Dana PMI Kabupaten Tegal 2019.

Dari sumber yang sama, uang dari penggalangan tersebut nantinya akan dikembalikan kepada masyarakat. Pengembalian tersebut berupa pelayanan seperti kegiatan bakti sosial, bantuan kepada korban bencana alam, operasional, kegiatan Palang Merah Remaja dan lain sebagainya. Pada kesempatan ini, tampak hadir ketua dan pengurus PMI Kabupaten Tegal serta jajaran Forkopimda dan camat.

Tumbuhkan Nilai Kemanusiaan Anak

Dilansir dari laman Pemkab Tegal, Wakil Bupati Tegal, Sabilillah Ardie pernah meminta tenaga didik dan orang tua untuk terus memperkuat karakter anak. Terlebih pada anak yang kini jauh lebih akrab dengan teknologi, maka wajib untuk mengenalkan nilai empati, nilai-nilai keagamaan dan nilai kultural.

Nilai-nilai tersebut merupakan cerminan budaya bangsa Indonesia. Wakil Bupati meminta agar anak dikenalkan pada nilai kemanusiaan, nilai yang tidak bisa ditemui anak pada teknologi. Pesan ini disampaikan Ardie saat menghadiri Halal bi Halal Forum Silaturahi Orang Tua Santri dan Pendidik Madinah (Fitrah) di Pendopo Amangkurat, Slawi pada Juli kemarin.

Salah satu artikel yang dimuat oleh Kemendikbud menerangkan mengenai langkah yang bisa ditempuh oleh orang tua untuk mengenalkan nilai kemanusiaan sejak dini pada anak. Langkah tersebut adalah berkunjung ke rumah sanak keluarga ataupun tetangga sebelah. Ajak anak untuk berinteraksi dengan sebayanya sehingga apabila ada salah satu temannya ada yang jatuh dan menangis, anak bisa menunjukan rasa empati dan simpatinya.

Langkah lainnya yakni mengajarkan anak untuk berbagi mainan/makanan dengan temannya. Ajarkan pula anak untuk berbagi tanpa pilah pilih teman. Sehingga nantinya anak tumbuh menjadi pribadi yang berjiwa kemanusiaan tinggi. Kelak anak tidak menjadi pribadi yang kikir terhadap sesamanya.

Add Comment