Darsiti, Penyuluh Agama yang Dikukuhkan sebagai Duta Baca Kota Tegal

Pengukuhan terhadap 46 Duta Baca terpilih. Sumber: Kemenag Jawa Tengah.

Mangkukusuman – Darsiti menjadi salah satu dari 46 Duta Baca Kota Tegal yang telah dikukuhkan oleh Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono. Pengukuhan yang juga disaksikan oleh Wakil Wali Kota Tegal Muhamad Jumadi, dan Bunda Baca Kota Tegal dr. Roro Kusnabilla Erfa Dedy Yon itu berlangsung di Gedung Adipura Komplek Balaikota Tegal, Sabtu (21/12/2019) malam.

Walikota Tegal sendiri meminta Dinas Arsip  dan  Perpustakaan Daerah Kota Tegal dan didorong oleh Duta Baca untuk melakukan inovasi yang kreatif guna mendorong minat baca, terutama pada anak. Ia berharap dinas terkait bisa menyediakan sarana dan prasarana yang menarik seperti mobil perpustakaan keliling yang unik sebagai daya tarik anak.

Pada malam penobatan tersebut, hadir pula Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Tegal M. Afin, Pegiat Literasi Nasional Maman Suherman serta Pegiat Literasi Kota Tegal Dr. Yusqon dan Penulis sekaligus Pengurus Pusat Forum Taman Bacaan Masyarakat (PP FTBM) Amel Melvi.

Dilansir dari laman Kemenag Jawa Tengah, Duta Baca yang dikukuhkan berasal dari berbagai latar belakang. Dari total seluruhnya, 15 diantaranya adalah mereka yang memang seorang pegiat literasi media. Sementara, 4 diantaranya adalah pengurus TP PKK Kota Tegal dan 27 orang dari masing-masing Tim Penggerak PKK di tiap Kelurahan se Kota Tegal. Darsiti merupakan salah satu penyuluh agama di Kota Tegal yang masuk kategori pegiat literasi media.

Tantangan Duta Baca

Diketahui dari salah satu media pemberitaan, Darsiti telah ikut berkecimpung dalam dunia pendidikan. Ia melatih dan mengajar warga di terminal untuk belajar. Tentu penobatannya sebagai Duta Baca merupakan imbalan yang sepadan bagi dirinya. Selain itu, hal ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi yang diberikannya untuk warga Kota Tegal.

“Dia mengajar ngaji biting. Penobatannya sebagai Duta Baca Kota Tegal karena sudah berkiprah di dunia pendidikan dan mengajar di TBM Sakila Kerti selama empat tahun,” ujar Dr. Yusqon yang juga seorang seorang pegiat literasi di Kota Tegal. Pernyataannya ini dikutip dari salah satu media cetak di Tegal.

Najwa Shihab, presenter kondang yang dinobatkan sebagai Duta Baca Indonesia menilai ada tantangan sendiri dalam tanggung jawab Duta Baca yang diembannya. Ia pun mengaku sempat khawatir hingga stres. “Sebab kalau kita bicara angka, survey yang keluar selalu menunjukan tantangan yang luar biasa besar kalau bicara soal negeri ini dan membaca,” tandas Nana, sapaan akrabnya seperti yang dikutip dari salah satu media online.

Tantangan tersebut tak lain karena masyarakat Indonesia, terutama anak-anak, saat ini kian akrab dengan gawai. Kemajuan teknologi dengan berbagai kecanggihan smartphone inilah kemudian membuat orang kian menyukai piranti tersebut ketimbang buku. Sehingga tentu, orang akan betah berjam-jam memainkannya namun enggan untuk membaca buku.

Tantangan tersebut agaknya tidak membuat semangat Darsiti ciut. Ia justru menganggap penobatannya itu sebagai langkah awal baginya di dunia pendidikan. “Ini menjadi langkah awal bagi saya dan 45 duta baca lainnya untuk menggiatkan literasi di Kota Tegal seperti di dunia pendidikan, terutama melatih  dan mengajar warga di sekitar terminal Kota Tegal,” tutur Darsiti dikutip dari laman Kemenag Jawa Tengah.

Ia akan memulai kegiatan literasi dari lingkup terkecil. Dimulai dari keluarga kemudian sekolah hingga masyarakat umum. Komitmen untuk memperkenalkan bacaan dari putra putri kita ditiap keluarga dinilai perlu dilakukan. “Tentu ini harus diterapkan bersama-sama. Kita harus memiliki komitmen untuk menyatukan langkah dan program dalam satu visi mengenalkan bacaan,” ujar Darsiti.

Add Comment