Gelar Seminar Ketahanan Keluarga, Kepala Kantor Kemenag: Wanita Harus Jadi Benteng Keluarga

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tegal bersama pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tegal. Sumber: Kemenag Jawa Tengah.

Slawi – Kementerian Agama Kabupaten Tegal bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tegal menggelar seminar ketahanan keluarga. Seminar bertema Tantangan Ketahanan Keluarga di Era Milenial tersebut merupakan salah satu acara untuk memperingati Hari Amal Bhakti (HAB) ke-74. Kegiatan inipun digelar di Aula Al Ikhlas Kemenag Kab. Tegal, Kamis (19/12) lalu.

Ketua DWP Kantor Kemenag Kabupaten Tegal, Isni Kholiyati Sukarno menuturkan bahwa diadakannya seminar tersebut karena melihat fenomena yang terjadi di sekitar masyarakat saat ini.  “Pengaruh kemajuan teknologi itu tampak sekali dengan maraknya seks bebas dikalangan remaja, kecepatan peredaran dan penggunaan narkoba, berkembangnya radikalisme pada anak-anak dan masyarakat pada umumnya serta hilangnya sikap hormat anak pada orangtua, dan istri pada suami,” jelasnya.

Dilansir dari laman Kemenag Jawa Tengah, acara tersebut diikuti oleh 250 anggota DWP setempat. Adapun narasumber pada seminar tersebut ialah Soesi Idayanti, S. H., M. H. yang merupakan salah satu dosen Fakultas Hukum Universitas Panca Sakti (UPS) Tegal dan kandidat Doktor dari UNS. Seminar ini dimoderatori oleh Tien Mei Antiyas Dj, S. H., M. M., Kabid Pemberdayaan Perempuan Dinas P3A P2 KB Pemda Kabupaten Tegal.

Benteng Ketahanan Keluarga

Sukarno, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tegal meminta agar seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan bisa menjadi benteng keutuhan keluarga. Menurutnya, wanita memiliki peran sentral dalam keluarga sehingga penentunya ada ditangan mereka. Hal ini disampaikannya saat memberikan sambutan dalam acara Seminar Tantangan Ketahanan Keluarga di Era Milenial tersebut.

Ia pun menuturkan, era milenial ini membawa sejumlah dampak dalam berbagai bidang, termasuk bagi keluarga. Kemajuan dan kemudahan teknologi yang ada dalam era serba maju ini berdampak besar bagi generasi muda. Majunya alat komunikasi yang seharusnya menjadi perekat keluarga, saat ini justru menjauhkan satu dengan lainnya.

“Dalam keluarga yang merupakan gerbang utama pendidikan, mengharuskan wanita mengambil peran utama dalam pendidikan anak, juga dalam menjaga keutuhan keluarga. Wanita bukan lagi konco wingking, melainkan pelaku di garda terdepan  keluarga sehingga terwujudlah keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah,” jelasnya dikutip dari laman Kemenag Jawa Tengah.

Dengan demikian, adanya seminar yang digelar oleh DWP Kemenag ini diharapkan mampu menjadikan anggota DWP menjadi seorang wanita yang bijaksana dalam menyikapi perkembangan zaman. Diharapkan mereka mampu menyelaraskan teknologi dan komunikasi yang kian maju agar dimanfaatkan sebagai mestinya sehingga menjadi tameng bagi ketahanan dan keutuhan keluarganya.

Add Comment