Perkuat Akuntabilitas Sistem Penarikan Pajak Kota Tegal dengan E-Monitoring

Walikota Tegal, Dedy Yon Supriyono, saat membuka sosialiasi e-monitoring pajak daerah. (Foto: Pemkot Tegal)

Tegal Timur – E-monitoring dinilai akan semakin memperkuat akuntabilitas sistem penarikaan pajak daerah Kota Tegal. Dengan e-monitoring, akuntabilitas akan semakin kuat karena monitoring pajak dilakukan dengan memasang alat perekam transaksi pada sebagian wajib pajak.

“Setiap lini usaha yang merupakan wajib pajak dapat terdeteksi. Jadi wajib pajak tidak akan bisa ngemplang atau lari dari kewajibannya,” ujar Walikota Tegal Dedy Yon Supriyono saat membuka sosialiasi e-monitoring pajak daerah di Hotel Premiere, Selasa (3/12/2019).

Data omzet pengusaha, kata Dedy, akan saling terhubung dengan pihak terkait dan dijadikan sebagai basis penghitungan pajak berbasis online. Kelebihan lainnya, dengan alat perekam transaksi yang terhubung dengan dashboard di bagian keuangan daerah Kota Tegal, sehingga transaksi bisa dipantau secara realtime. Dari data tahun 2017, jumlah alat terpasang adalah 20 unit. Bank Jateng memberikan bantuan lima unit plus dashboard sistem. Sedangkan di tahun 2018, penambahan alat perekam sebanyak 30 unit, tahun 2019 pengadaan m-pas sebanyak 15 unit.

Dilansir dari lama Pemkot Tegal, realisasi pajak restoran sebelum dipadang tapping pada tahun 2016 sebesar Rp 6,1 miliar, naik menjadi Rp 9,68 di tahun 2017, dan menjadi Rp 15,32 miliar di tahun 2018. Sementara pajak hiburan naik dari Rp 1,1 miliar di tahun 2016 menjadi Rp 3,5 miliar di tahun 2017, dan menjadi 6,65 miliar di tahun 2018. Sedangkan, pajak parker naik dari Rp 466 juta menjadi Rp 1,26 miliar pada tahun 2017, dan menjadi Rp 1,65 miliar di tahun 2018.

Optimalisasi PAD melalui Pajak

Di era otonomi sekarang ini, daerah diberikan kewenangan yang lebih besar untuk mengatur dan mengurus rumah tanggahnya sendiri. Tujuannya untuk lebih mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat, memudahkan untuk memantau dan mengontrol penggunaan dana yang bersumber dari APBD, serta menciptakan persaingan yang sehat antardaerah dan timbulnya inovasi.

Dengan adanya kewenangan itu, pemda dituntut agar mampu menggali potensi keuangan, khususnya untuk memenuhi pembiayaan pemerintahan dan pembangunan di daerahnya melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pemda harus senantiasa lebih kreatif dalam meningkatkan penerimaan PAD. Sumber-sumber penerimaan daerah yang potensial harus digali secara maksimal, namun harus dalam koridor peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk di antaranya adalah pajak daerah dan retribusi daerah yang menjadi unsur PAD yang utama.

Sabir, dkk dalam jurnal Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Enrekang Sulawesi Utara (2017) menyebutkan, secara umum ada beberapa upaya yang perlu dilakukan oleh pemda dalam rangka meningkatkan pendapatan daerah melalui optimalisasi intensifikasi pemungutan pajak daerah dan retribusi daerah. Pertama, memperkuat proses pemungutan. Kedua, peningkatan kapasitas pengelola penerimaan daerah. Ketiga, meningkatkan pengawasan. Keempat, meningkatkan efisiensi administrasi dan menekan biaya pemungutan. Kelima, meningkatkan kapasitas penerimaan melalui perencanaan yang lebih baik. Keenam, meningkatkan kesadaran wajib pajak/retribusi.

Sementara itu, Pengamat Ekonomi Universitas Diponegoro (Undip) FX Sugiyanto memaparkan, optimalisasi PAD dari sektor pajak dan retribusi perlu digenjot dengan sistem monitoring online penerimaan pajak pemda. Menurutnya, dengan menerapkan sistem ini, pajak yang diperoleh akan lebih optimal dan efisien. “Dengan sistem online ini, kebocoran penarikan pajak bisa dikurangi,” paparnya, dilansir dari laman resmi Undip.

Berdasarkan pengamatannya, manfaat dari penerimaan pajak secara online ini sudah terbukti berhasil di Jawa Tengah. Penerimaan kendaraan online, misalnya, membuktikan penerimaan sektor pajak kendaraan yang terus meningkat setelah penerapan sistem online tersebut. “Tentunya perlu ditingkatkan pada sektor lain. Sistem ini memberikan optimistis terhadap meningkatnya pendapatan daerah,” imbuhnya.

Add Comment