Kotal Tegal Berlakukan Karantina Wilayah, Taufik Amrozy: Sistem Perbankan di Tegal Aman

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Taufik Amrozy. (Foto: Pemkot Tegal)

Tegal Barat – Pemerintah Kota Tegal resmi memberlakukan karantina wilayah terbatas dalam rangka penanganan wabah Covid-19 sejak Senin (30/3/2020). Meski demikian, Bank Indonesia Tegal meyakinkan kepada masyarakat bahwa sistem pembayaran tetap berjalan lancar di tengah kebijakan tersebut.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal Taufik Amrozy menegaskan, pihaknya terus berkoordinasi dan berupaya untuk menjaga sistem pembayaran di Kota Tegal dan di Eks Karesidenan Pekalongan supaya tetap berjalan dengan lancar meskipun jadwal kegiatan operasional dan layanan publik perbankan telah dipersingkat sejak masa penanganan wabah Covid-19.

“Langkah nyata yang telah dilakukan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal dalam mendukung kebijakan ini yaitu melakukan social and physical distancing dengan menunda dan menghentikan jadwal kegiatan layanan kas keliling dalam Kota Tegal maupun di wilayah Eks Karesidenan Pekalongan untuk sementara waktu,” papar Taufik, dilansir dari situs website Pemkot Tegal.

Selain itu, upaya yang turut dilakukan yaitu melakukan karantina setoran uang dari perbankan yang masuk ke BI selama 14 hari dan dilakukan penyemprotan disinfektan secara berkala. Selanjutnya, BI mengeluarkan uang hasil cetak sempurna yang terjamin kebersihannya untuk diedarkan kepada masyarakat melalui perbankan secara tunai maupun untuk pemenuhan di mesin ATM yang dimiliki oleh bank umum.

Untuk mencukupi kebutuhan uang bagi masyarakat di Eks Karesidenan Pekalongan, BI Tegal menyiapkan kebutuhan uang sampai akhir tahun 2020 sebesar Rp 15,1 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp 2,9 triliun atau sebesar 20% telah diedarkan melalui penukaran masyarakat sebelum wabah Covid-19 dan penarikan oleh perbankan.

“Bank Indonesia juga telah menyediakan kebutuhan uang untuk masyarakat, termasuk dalam rangka percepatan pencairan bantuan sosial pemerintah. Sehingga masyarakat tidak perlu panik terhadap ketersediaan uang yang diedarkan,” lanjutnya.

Gunakan Transaksi Non Tunai

Selanjutnya, Taufik menganjurkan kepada masyarakat agar memaksimalkan transaksi non tunai seperti transfer, RTGS, kliring, pembayaran QRIS (Quick Respon Indonesia Standart), phone bank, intenet banking, maupun aplikasi pembayaran lain yang sudah banyak dipergunakan oleh masyarakat.

“Anak muda sekarang ini sudah mulai ramai menggunakan aplikasi-aplikasi pembayaran. Dengan scan barcode, mereka sudah bisa melakukan transaksi pembayaran,” ujar Taufik.

Dikatakan Taufik, hal ini menjadi komitmen pihaknya untuk mengawal dan menjaga kedaulatan rupiah, utamanya melalui QRIS. Menurutnya, perputaran transaksi pembayaran tetap masuk ke Indonesia, termasuk keamanan data-data konsumen tetap terjaga di negeri sendiri.

“Di tengah-tengah merebaknya virus Corona, kita berharap semuanya baik-baik saja dan sehat sedia kala. Untuk transaksi, sebaiknya menggunakan non tunai dulu untuk sementara ini,” imbaunya.

Add Comment