Jembatan kali Gintung Ambles, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan DPUPR Langsung Turun Tangan

Perbaikan Jembatan Kali Gintung, Desa Batuagung, Kecamatan Balapulang. SETDA.TEGALKAB

Hujan deras yang terus menerus terjadi akhir-akhir ini membuat jembatan kali Gintung yang berada di Desa Batuagung, Kecamatan Balapulang amblas. Fondasi bagian bawah jembatan hancur karena diterjang banjir.

Mengetahui hal ini, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tegal Muhammad Nuh langsung merencanakan dan mengalokasikan dana untuk perbaikan jembatan ini.

“Perbaikan jembatan ini sifatnya darurat, menggunakan dana tak terduga dari APBD Kabupaten Tegal 2022 untuk penanganan bencana. Prinsipnya jembatan ini bisa segera kembali berfungsi dan aman untuk dilalui,” ujar Nuh, saat ditemui di ruangannya, Senin (07/03/2022).

Akibat hancurnya jembatan ini, akses jalan yang menghubungkan Batuageng-Jejeg menjadi terputus dan tidak dapat dilewati orang maupun kendaraan, akibatnya warga yang ingin berlalu-lalang harus memutar jalan ke arah Desa Danareja, Jembayat dan Margasari yang jaraknya mencapai 8 kilometer.

Jembatan Gintung ini memang difungsikan sebagai prasarana penghubung warga di Kecamatan Bumijawa bagian barat dengan Kecamatan Balapulang. Selain itu, jembatan ini juga difungsikan sebagai jalur alternatif dari Balapulang menuju Guci.

Sebelumnya Bupati Tegal Umi Azizah juga telah meninjau kerusakan jembatan ini, bahwa perlu dilakukan pembenahan terhadap pilar penyangga pipa PDAB (Perusahaan Daerah Air Bersih) agar tidak menghalangi jalannya arus air.

Seperti yang diketahui, di sebelah Timur Jembatan Kali Gintung terdapat pilar penyangga pipa PDAB. Bangunan tersebut menghalangi arus air yang mengalir dari timur ke barat. Sehingga membuat air mengalir ke pinggir menggerus pilar jembatan yang membuatnya amblas.

Perbaikan jembatan ini sudah dimulai sejak beberapa minggu lalu, dan ditargetkan selesai pada pertengahan Maret 2022.

Jembatan Kali Erang dan Kali Kemiri Juga akan Segera Diperbaiki

Terkait kerusakan pada jembatan kali erang dan kali kemiri, Nuh juga menyampaikan akan segera merencanakan untuk melakukan perbaikan pada dua jembatan itu, meski belum bisa dilaksanakan tahun ini.

Sebelumnya, kedua jembatan ini memang teridentifikasi mengalami kerusakan karena faktor usia. Bangunan jembatan yang sudah tua membuat beberapa dari bagiannya terlihat membahayakan dan perlu perbaikan.

Namun masalah utamanya adalah dana APBD yang turun tahun ini hanya sedikit, bahkan tidak sampai setengah dari tahun kemarin. Tahun ini dana yang dialokasikan untuk perbaikan jembatan hanya Rp3 miliar, sedangkan tahun lalu mencapai Rp7 Miliar.

“Kedua jembatan tersebut belum bisa diperbaiki tahun ini karena membutuhkan biaya yang besar di tengah keterbatasan APBD kita. Tapi kami, Dinas PUPR sudah melaporkan dan mengusulkan rencana kebutuhan perbaikan kedua jembatan itu,” ujarnya.

Meskipun begitu, untuk mengantisipasi risiko dan mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan di Jembatan Kalierang, Desa Lengkong, Kecamatan Bojong, pihaknya baru bisa menangani kerusakan pada bagian penyangga lateral atas jembatan dengan menurunkan balok besi yang terlepas dari pengait.

Sedangkan untuk penanganan Jembatan Kali Kemiri, pihaknya sudah membangun jembatan bailey sebagai jembatan alternatif untuk penggunaan sementara. Nuh berharap perbaikan jembatan Kali Erang dan Kali Kemiri bisa dilaksanakan menggunakan alokasi dana APBD tahun 2023.

Add Comment