Kelompok Tani Terapkan Penggunaan Pupuk Organik

Kelompok Tani Kota Tegal pada Lomba Produktivitas Padi 2022. TEGALKOTA

Penggunaan bahan kimia sebagai pupuk dinilai dapat menjadi permasalahan serius bagi kesuburan tanah. Alih-alih menjadikan tanah itu subur, penggunaan pupuk kimia dalam jangka panjang justru dapat merusak kesuburan tanah itu sendiri.

Pupuk kimia dibuat oleh pabrik dengan meramu bahan-bahan kimia anorganik berkadar hara tinggi. Dalam jangka pendek, pupuk kimia memang mampu mempercepat masa tanam, karena kandungan haranya bisa diserap langsung oleh tanah, namun di sisi lain dalam jangka panjang justru akan menimbulkan dampak yang negatif.

Tanaman yang diberi pupuk kimia sebenarnya tidak bisa sepenuhnya menyerap pupuk tersebut, sehingga akan menyisakan residu di tanahnya. Residu dari sisa pupuk kimia yang tertinggal di dalam tanah inilah yang jika terkena air malah akan mengikat tanah seperti lem/semen. Setelah kering, tanah akan menempel satu sama lain dan menjadi keras. Otomatis tanah itu sudah tidak lagi gembur seperti semula.

Jika pola ini digunakan secara terus-menerus, petani akan berada dalam lingkaran setan yang tak berkesudahan, mereka akan terus menggunakan pupuk kimia untuk mendapatkan hasil yang instan dari tanah, sedangkan tanahnya akan semakin rusak.

Hal itu juga disampaikan oleh Kabid Pertanian dan Pangan, Yusmana, ia mengungkapkan penggunaan pupuk kimia memiliki dampak negatif yang sangat besar bagi tanah, tingkat kesuburan tanah pasti akan menurun, terutama tanah di area pertanian Kota Tegal. Lahan pertanian di Kota Tegal sudah semakin sedikit akibat adanya pembangunan dimana-mana. Ia tidak ingin lahan yang ada menjadi rusak akibat penggunaan pupuk kimia.

Oleh karena itu, Dinas Kelautan Perikanan, Pertanian, dan Pangan (DKPPP) Kota Tegal mendukung langsung penggunaan pupuk organik di kelompok tani wilayah Kota Tegal. Tahun lalu DKPPP membagikan bantuan berupa pupuk organik cair pada kelompok tani di Kaligangsa. Tahun ini, DKPPP kembali mengadakan kegiatan berupa Lomba Produktivitas Padi 2022, sebagai bentuk dukungan pemkot terhadap penggunaan pupuk organik.

Lomba ini dikhususkan bagi para petani yang menggunakan pupuk organik. Yusmana mengatakan pelaksanaan lombanya sudah dimulai sejak Desember 2021, karena dalam penilaiannya, tidak hanya dinilai dari kondisi saat ini saja, tetapi sejak masa tanam awal hingga 100 hari masa pertumbuhan.

“Penilaian dilakukan selama tiga bulan, sejak petani mengolah lahan, alih tanam, sampai dengan proses perawatan benih padi hingga siap panen.” Terang Kabid Pertanian dan Pangan. Penilaian terhadap kualitas hasil panen juga dilakukan, di antaranya mencakup jumlah bulir padi yang dihasilkan, jumlah daun, tinggi tanaman, dan sebagainya.

Tim penilai juga melakukan pengukuran berat sampel hasil produktivitas padi pada lahan seluas 2 meter persegi. Kriteria penilaian juga didasarkan pada bagaimana kelembagaan kelompok taninya, kinerja penyuluh, dan kondisi padi mulai dari awal tanam, pemeliharaan sampai panen. Interview terhadap petani pun dilakukan, di antaranya bagaimana aktivitas petani dalam menerapkan pupuk organik cair, serta PPL pendampingnya.

Kegiatan ini diikuti oleh 6 kelompok tani yang berada di empat kecamatan berbeda di Kota Tegal. Para pemenang kemudian diberi uang pembinaan sebagai bentuk apresiasi pemerintah terhadap kelompok tani yang berhasil menerapkan penggunaan pupuk organik

Secara keseluruhan, jika dilihat dari hasil panennya, pupuk organik dinilai lebih memberikan efek positif bagi tanah, hasil panen yang dihasilkan juga lebih aman untuk dikonsumsi.

Iswari Gunantiningsih, Koordinator PPL Kota Tegal, juga mengajak masyarakat untuk meninggalkan produk kimia, dan segera beralih ke produk organik. Menurutnya, residu pestisida yang terdapat pada produk berbahan kimia mengandung racun yang membahayakan kesehatan jika dikonsumsi terus menerus dalam jangka waktu lama.

 

Sumber : https://www.tegalkota.go.id/v2/index.php?option=com_content&view=article&id=6282:dkppp-kota-tegal-gelar-lomba-produktifitas-padi-2022&catid=20:berita&Itemid=252&lang=id

Add Comment