Jelang Lebaran, Pemkot Gelar Sidak Kenaikan Harga Bahan Pokok dan Kelayakan Produk

Sidak kenaikan harga bahan pokok dan kelayakan produk di beberapa pasar yang ada di Kota Tegal. TEGALKOTA

Menjelang hari raya Idul Fitri 1443 H, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono dibantu Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan sidak kenaikan harga bahan pokok, Selasa (12/04/2022) dan kelayakan produk, Selasa (19/04/2022) di beberapa minimarket, toserba, dan pasar yang ada di Kota Tegal.

Dalam sidak ini Pemkot mengecek langsung harga kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, daging sapi, daging ayam, dan juga aneka sayuran. Pada sidak kemudian diketahui bahwa kenaikan harga bahan pokok menjelang lebaran masih terbilang normal.

Kenaikan harga bahan pokok masih di angka 5 hingga 10 persen. Meskipun saat ini minyak curah sulit ditemukan di berbagai tempat, yang mengakibatkan harga minyak curah naik yang perkilonya hanya berselisih Rp5000 dengan minyak goreng kemasan. Harga minyak kemasan sendiri saat ini Rp20.000 sedangkan minyak curah Rp20.000/kilo.

Begitu juga dengan daging kambing, Dedy Yon menyampaikan saat ini daging kambing justru mengalami kenaikan yang cukup signifikan. ‘’Yang sudah-sudah daging kambing lebih murah dari daging sapi tapi kita pantau saat ini bahwa harga daging kambing Rp140.000, daging sapi Rp130.000, daging sapi yang sudah sudah Rp120.000 daging kambing Rp120.000,’’ tambah Dedy.

Sedangkan harga sayur-sayuran mengalami penurunan dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Harga cabai di bulan kemarin mencapai Rp50.000/kilo, sedangkan sekarang harga cabai rawit hanya Rp25.000, dan cabai keriting Rp30.000/kilo. “Untuk harga kebutuhan pokok lainnya, seperti beras, ayam, dan gula masih relatif stabil,” ujar Dedy.

Standar Kelayakan Produk Juga Jadi Perhatian Pemkot

Tidak hanya sidak terkait kenaikan harga bahan pokok, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono bersama instansi vertikal lainnya juga memastikan produk makanan dan minuman yang beredar di pasaran juga layak dikonsumsi.

Khususnya pada makanan dan minuman yang dijadikan parsel lebaran, Deddy bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) mengontrol langsung tanggal kedaluwarsa setiap produk makanan dan minuman serta mengecek ketersediaan bahan-bahan pokok seperti beras, gula, minyak, dan olahan ikan kaleng.

Dalam sidak ini, Wali Kota Tegal bahkan membuka salah satu parsel yang telah dikemas untuk memastikan langsung bahwa tanggal kedaluwarsa yang tertulis di luar parsel sama dengan produk aslinya.

Hasilnya ditemukan beberapa produk sudah hampir mendekati tanggal kedaluwarsa. Melihat hal tersebut, Kepala Bidang Fasilitasi Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Tegal, Zaenal Abidin, kemudian meminta kepada pihak toserba untuk tidak menjual produk-produk tersebut.

Beberapa merek produk makanan yang ditemui hampir kedaluwarsa diantaranya, Nabati Craker, Serena Cheese Cookies, Mini Party Carton Logo, Tok Poki Sauce, Susu Kental Manis Cap Enak, dan Susu Segar Kin.

“Dari Dinkes akan merekomendasikan supaya jangan diedarkan lagi. Kami memberikan peringatan, ada surat pernyataan yang nanti kami berikan,” pungkas Zaenal.

Selain melakukan pengecekan tanggal kedaluwarsa, Pemkot Tegal juga melakukan pengecekan kandungan berbahaya pada sejumlah makanan seperti kerupuk seblak, kolang-kaling, tahu, kerupuk sempeleo dan arumanis, serta bakso cumi. Dari hasil pengecekan, seluruh sampel makanan tersebut terbebas dari bahan-bahan berbahaya seperti rhodamin, borax, dan formalin.

Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran produk yang memiliki bahan-bahan berbahaya jika dikonsumsi, Wali Kota Tegal juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam membeli makanan atau minuman, serta lebih teliti dan memeriksa kandungan dan tanggal kedaluwarsa dari produk yang akan dibeli.

Add Comment